Pasukan militer Amerika Serikat resmi menarik diri dari Irak pada Rabu (30/9/2026), setelah sekitar dua dekade menjalankan misi keamanan di negara tersebut. Penarikan tidak hanya disambut oleh para politisi Irak, karena disebut sebagai momentum baru bagi kedaulatan negara, namun juga dirayakan faksi pro-Iran di Irak seperti Popular Mobilization Forces (PMF).
Berakhirnya kehadiran militer AS juga menimbulkan tantangan baru, terutama bagi wilayah Kurdistan Irak. Kota Erbil kini menghadapi tekanan politik dan keamanan dari Baghdad, Iran, serta dinamika internal di antara faksi-faksi Kurdi.
Di sisi lain, Washington masih memiliki pengaruh melalui hubungan finansial Irak dan ketergantungan terhadap dolar AS.
Lantas, bagaimana cara Iran dalam meningkatkan pengaruh politiknya di Irak?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Afifah Rismayanti
Narator: Afifah Rismayanti
Video Editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan
#Global #Konflik #DailyNews #Kurdistan #AmerikaSerikat #Irak #Iran #MiliterAS #TimurTengah #PasukanAS #TentaraAS #PMF #ProksiIran #Baghdad #Erbil
Music: Dunes at Dusk (AI)
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/global/read/2026/10/07/170814370/usai-ditinggalkan-militer-as-irak-bakal-diisi-iran