Paranoia dan trauma masa lalu rupanya tengah menghantui militer Amerika Serikat. Belasan pesawat pembom raksasa B-1 Lancer terpaksa dievakuasi secara mendadak dari Pangkalan Udara RAF Fairford, Inggris, Minggu (4/10/2026) setelah intelijen mengendus ancaman infiltrasi operasi senyap dan serangan drone kamikaze dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Keputusan dramatis ini sangat dipengaruhi oleh mimpi buruk Pentagon di kawasan Teluk, ketika mereka harus menelan kerugian lebih dari setengah miliar dolar akibat hancurnya pesawat radar E-3 Sentry AWACS di Arab Saudi. Washington jelas tak mau berjudi membiarkan aset seharga 330 juta dolar per unit menjadi rongsokan akibat tebasan drone murah.
Hengkangnya burung besi Washington dari daratan Eropa ini lantas memunculkan tanda tanya besar, masih bisakah AS melancarkan serangan udara mematikan ke jantung pertahanan Teheran tanpa berpijak di Inggris?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab B1Lancer #RAFFairford #KonflikASIran #MiliterAmerika #DroneIran #DiegoGarcia #IRGC
Music: Cavalry - Aakash Gandhi