IRAN, KOMPAS.TV - Iran meresmikan pangkalan pelatihan militer darurat kedua di Ibu Kota Teheran sebagai bentuk perlawanan di tengah ancaman Amerika Serikat untuk menghancurkan dan memusnahkan Iran.
Pangkalan ini akan digunakan oleh Angkatan Darat reguler Iran untuk melatih warga sipil dalam kampanye yang disebut Relawan Pengorbanan.
Pihak berwenang menyatakan lebih dari 500 ribu sukarelawan, termasuk warga asing, telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan militer dan siap bertempur melawan pasukan Amerika Serikat jika terjadi invasi darat.
Tak hanya laki-laki, di sebuah kamp pelatihan militer lain di Teheran Timur, para sukarelawan perempuan juga ikut belajar menggunakan senapan dan berlatih militer.
Menurut relawan, pelatihan ini sebagai bentuk sikap perlawanan setelah adanya ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memusnahkan Iran.