Mendeteksi kebohongan bukan sekadar melihat gerak-gerik gugup biasa, melainkan mengamati perubahan perilaku yang terjadi secara mendadak.
Mantan agen FBI, Scott Taylor, merangkum lima tanda fisik mulai dari pola kedipan mata, respons mulut kering, hingga gaya bahasa yang berubah menjadi lebih kaku.
Namun, perhatikan konteksnya secara utuh karena penelitian membuktikan tingkat akurasi deteksi kebohongan manusia hanya berkisar 54 persen.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inten Esti Pratiwi Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih Video editor: Katarina Astriyani Setyaningsih Produser: Katarina Astriyani Setyaningsih