KOMPAS.TV - Orang tua murid mendatangi Sekolah Dasar Negeri Kebondalem Satu, Pemalang, Jawa Tengah. Mereka menuntut klarifikasi atas dugaan perundungan yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia.
Sejumlah wali murid ramai-ramai mendatangi SD Negeri Kebondalem Satu, Pemalang, Jawa Tengah.
Mereka menanti penjelasan pihak sekolah soal kasus meninggalnya seorang siswa, diduga korban perundungan.
Namun, undangan klarifikasi dari pihak sekolah ternyata dibatalkan.
Undangan awalnya dikirim pihak sekolah ke perwakilan orang tua murid.
Namun, orang tua murid lainnya menolak diwakilkan dan ikut mendatangi sekolah.
Pihak sekolah bilang, klarifikasi terpaksa ditunda karena kepala sekolah harus memenuhi panggilan polisi.
Dugaan perundungan bermula ketika korban mengeluh sakit di bagian perut, lalu dirawat selama sembilan hari.
Kepada ibunya, korban mengaku dipukuli tiga kakak kelasnya di sekolah.
Korban meninggal saat dibawa ke rumah sakit untuk kedua kalinya, 30 September lalu.
Polisi telah memeriksa enam saksi, termasuk dua siswa.
#pemalang #bullying #kekerasan
Baca Juga Dudung Bakal Sowan ke Ketua Parpol soal Putusan Ijazah Gibran: Pastikan Situasi Politik Terkendali di https://www.kompas.tv/nasional/694334/dudung-bakal-sowan-ke-ketua-parpol-soal-putusan-ijazah-gibran-pastikan-situasi-politik-terkendali
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/694336/orangtua-murid-geruduk-sekolah-di-pemalang-usai-adanya-dugaan-perundungan-berita-utama