:

Cerita Pelukis Poster Raksasa Bioskop Era 80-an yang Terlupakan

2 hari lalu

Di tengah dominasi teknologi cetak digital dan layar modern di jaringan bioskop saat ini, nama AR Tanjung menjadi salah satu saksi bisu era keemasan promosi sinema Indonesia melalui reklame lukis manual. Seniman yang telah berkarir sejak era 1980-an ini menuntaskan pesanan poster lukis terakhirnya pada Maret 2013 lewat film Sang Kiai, sebelum format promosi manual tersebut sepenuhnya tergeser dari gedung-gedung bioskop tanah air.

"Waktu itu di gedung bioskop penontonnya sepi dan tidak ada poster, jadi mereka memancing dengan poster lukis. Itu terakhir kali saya buat untuk bioskop," ujar Tanjung kepada Kompas.com, Minggu (4/9/2026).

Karier Tanjung bermula dari kegemarannya menggambar sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Ia kerap mendatangi bioskop-bioskop lawas di kawasan Jakarta Pusat, seperti Bioskop Grand dan Mulia Agung, hanya untuk menyalin gambar poster film yang terpajang. Usai putus sekolah, ia mengasah keterampilannya di studio milik Lim Pak Can di kawasan Kramat Jati, diawali dari tugas membuat huruf (lettering) hingga akhirnya dipercaya melukis poster berukuran besar secara mandiri.

Simak selengkapnya dalam video berikut ini

Penulis: Siti Laela Malhikmah

Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah

Video Editor: Siti Laela Malhikmah

Produser: Dandy Bayu Bramasta

#Seniman #Seni #Humaniora #Inspiratif #PelukisPosterJadul #BioskopIndonesia #FilmIndonesia #News ##vjlab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke