JAKARTA, KOMPASTV – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 menghadapi sejumlah kendala dalam pencarian di dalam badan kapal.
Basarnas menyebut sedikitnya ada tujuh faktor yang menjadi pertimbangan dalam operasi SAR bawah air.
1.Penetrasi penyelam terbatas, baru sekitar 10–15 meter karena banyak debris.
2.Akses masuk terbatas, dan sejak hari ke-19 tidak ditemukan korban dari akses yang tersedia.
3.Struktur kapal tidak stabil dan masih berpotensi mengalami perubahan kemiringan.
4.Visibilitas rendah akibat sedimen dan debris.
5.Banyak benda tajam yang berisiko mencederai penyelam.
6.Potensi bahaya kimia akibat tumpahan minyak dan kontaminasi.
7.Kedalaman sekitar 27 meter membatasi waktu kerja penyelam sekitar 20 menit per penyelaman.
Basarnas menyatakan pencarian di dalam kapal dapat kembali dilakukan setelah proses pengangkatan dan stabilisasi oleh tim salvage selesai.
“Operasi pencarian dalam badan kapal dapat dilaksanakan kembali setelah kapal berhasil diangkat, berada dalam kondisi stabil dan risiko terhadap tim evakuasi dapat terukur atau dikendalikan,” kata Kabasarnas saat ini dijabat oleh Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Dengan berbagai kendala tersebut, Basarnas memutuskan pencarian di dalam badan kapal belum dapat dilanjutkan secara optimal.
“Dengan pendekatan ini, kita tetap menjaga dua tujuan secara bersamaan. Pertama, mempertahankan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Dan kedua, mencegah terjadinya risiko yang tidak terkendali terhadap personel-personel yang melaksanakan operasi SAR,” ujar Basarnas.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
#basarnas #evakuasi #kmvirgotransport8
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/694060/full-kepala-basarnas-ungkap-7-hambatan-pencarian-korban-di-km-virgo-menunggu-proses-pengangkatan