JAKARTA, KOMPASTV - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap lebih dari 80 personel di lingkungan Polri tak lama setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto.
Guru Besar Universitas Bhayangkara Hermawan Sulistyo menilai mutasi besar-besaran tersebut bukan keputusan yang dibuat secara mendadak.
"Dari dilantik sampai TR itu keluar tidak sampai 24 jam. Tidak mungkin menyeleksi sekian ratus orang lalu mendapatkan yang terbaik atau yang cocok, yang pas itu hanya dalam hitungan jam. Artinya apa? Artinya ini sudah lama disiapkan," ujar Hermawan, di dialog Kompas Petang, Sabtu (3/10/2026). (timecode 3:52)
Ia menilai pergantian pejabat merupakan bagian dari penyegaran organisasi, terutama setelah posisi Kapolri sebelumnya ditempati selama lebih dari lima tahun.
"Penyegaran, karena Kapolri yang kemarin kan cukup lama, lima tahun lebih hampir enam tahun. Kalau Kapolrinya di situ lalu timnya itu tidak bergerak, tidak naik-naik, itu stuck ke bawah sampai ke bawah," katanya.
Terkait pergantian sejumlah pejabat utama Mabes Polri, termasuk Kabareskrim, Hermawan menilai keputusan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perkara tertentu yang sedang ditangani.
"Kabareskrim tidak hanya menangani satu atau dua kasus meskipun kasus itu besar. Dia menangani serangkaian kasus yang sebelumnya sudah terjadi dan potensi yang akan terjadi berikutnya," ujar Hermawan. (timecode 5:28)
Menurut Hermawan, rotasi tersebut juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan sekaligus memberikan ruang pengembangan dalam organisasi Polri.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/694040/kapolri-jenderal-suyudi-rotasi-besar-besaran-sudah-dipersiapkan-lama-kompas-petang