JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto membentuk Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres dengan 26 anggota dari berbagai latar belakang.
Analis komunikasi politik Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai komposisi tersebut menunjukkan upaya pemerintah menjamin stabilitas politik nasional.
"Pak Prabowo ingin menjamin stabilitas politik nasional. Dengan memasukkan tokoh-tokoh kunci dari berbagai elemen politik maupun organisasi keagamaan besar, mantan birokrat, pakar hukum, akademisi, lalu kemudian juga ada pengusaha," ujar Kunto. (timecode 5:10)
Kunto menilai keberadaan berbagai elemen tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kebijakan strategis pemerintah.
"Ini diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih matang, lebih komprehensif, lebih meminimalisir risiko kesalahan dan blunder dalam pemerintahannya Pak Prabowo," katanya. (timecode 6:03)
Namun, Kunto menyebut komposisi besar Wantimpres juga menimbulkan kesan adanya akomodasi politik.
"Problem pertama tentu saja kesan akomodasi politik ini yang tampak mengemuka karena komposisi yang besar ini seakan-akan hanya bagi-bagi jabatan saja," ujar Kunto.
Kunto Adi Wibowo menilai keberadaan Rocky Gerung dapat menjadi penyeimbang di tengah masuknya sejumlah tokoh yang sebelumnya dikenal dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
"Kalau dari awal kan Rocky Gerung kelihatan memang lebih pro ke Pak Prabowo," ujar Kunto. (timecode 7:37)
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/694038/arah-politik-di-balik-wantimpres-prabowo-usai-rocky-gerung-hingga-anwar-usman-dilantik