KOMPAS.TV - Seorang siswa sekolah dasar di Pemalang, Jawa Tengah, meninggal usai diduga dianiaya. Sebelum meninggal, korban sempat mengaku dipukuli kakak kelas dan mengeluh sakit di bagian perut.
Aksi kekerasan berujung duka. Seorang siswa yang masih duduk di bangku kelas dua SD, meninggal saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk kedua kalinya, Rabu, 30 September lalu.
Sebelum meninggal, korban sempat dirawat di rumah sakit selama sembilan hari.
Ibu korban bilang, sang anak awalnya mengeluh sakit pada bagian perut.
Korban kemudian dirawat di rumah sakit sejak 17 September.
Korban awalnya tak mau menceritakan apa yang dialaminya. Namun, korban akhirnya mengaku sempat dipukuli oleh tiga kakak kelasnya di sekolah.
Plt. Bupati Pemalang menegaskan tidak akan menolerir segala bentuk kekerasan di sekolah dan akan melakukan evaluasi.
Polisi menyelidiki kasus dugaan kekerasan ini. Polisi juga telah melakukan otopsi kepada jenazah korban di Biddokkes Polda Jateng.
Jenazah korban telah dimakamkan. Keluarga berharap, polisi segera mengusut tuntas kasus ini.
#anaksd #pemalang #meninggaldunia
Baca Juga Gegara Cekcok, Anak Ngamuk dan Nekat Bakar Rumah Milik Orangtuanya | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/693924/gegara-cekcok-anak-ngamuk-dan-nekat-bakar-rumah-milik-orangtuanya-berita-utama
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/693925/dirundung-kakak-kelas-siswa-sd-di-pemalang-meninggal-dunia-berita-utama