Misteri teror bom yang mengancam pangkalan udara Inggris, Royal Air Force (RAF) Fairford, tempat transit pesawat bomber Amerika Serikat, mengungkap fakta baru.
Polisi Inggris pun mengaku bingung dalam mengungkap kasus tersebut, sebab mereka tak menemukan bahan peledak di dalam kendaraan yang disita dari para pelaku yang diamankan.
Petugas justru menemukan sejumlah bensin, sehingga muncul dugaan bahwa lima orang yang ditangkap di pangkalan militer RAF Fairford Inggris, sebenarnya terkait dengan pencurian bahan bakar dan para pelaku pun dibebaskan.
Insiden ini terjadi pada Minggu (27/9/2026) dini hari di sekitar markas tersebut. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Andy Burnham menuding Iran ada di balik teror terhadap markas yang menjadi lokasi AS menyerang Teheran.