Iran mengajukan rencana tujuh hari untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Dalam proposal tersebut, Teheran mensyaratkan penghentian pertempuran, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, penghentian sanksi minyak, serta pelepasan aset Iran yang dibekukan. Setelah syarat tersebut dipenuhi, Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada hari ketujuh dan perundingan mengenai program nuklir dilanjutkan.
Namun, Presiden AS Donald Trump menolak proposal tersebut. Di saat yang sama, Wall Street Journal melaporkan berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS bahwa Trump telah menyampaikan kepada para pembantunya kemungkinan berlanjutnya kampanye pemboman terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu November.
Lantas, seberapa siap Iran dan Amerika Serikat menghadapi perang jika diplomasi kembali gagal?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #Trump #SelatHormuz #IranVsAS #PerangIran #DonaldTrump #NuklirIran #AbbasAraghchi
Music: The Policy Floor (AI)