JAKARTA, KOMPAS.TV - Belanja negara APBN 2027 menembus rekor Rp 41.06 Triliun, namun defisit justru dijaga tetap di level 2,4 persen dari PDB. Di tengah target pertumbuhan 6 persen dan penerimaan perpajakan yang harus dikejar.
Muncul pertanyaan, dari mana ruang fiskal untuk membiayai lonjakan belanja ini dan apa konsekuensinya bagi masyarakat serta perekonomian?
Mari kita bahas dengan Akademisi sekaligus Ekonom SBM ITB Dzikri Firmansyah Hakam dalam Kompas Bisnis (30/9/2026).
Baca Juga Janji Menkeu! Suahasil Tegaskan Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Target 2027 Dipatok 2,4 Persen di https://www.kompas.tv/video/691423/janji-menkeu-suahasil-tegaskan-defisit-apbn-di-bawah-3-persen-target-2027-dipatok-2-4-persen
Diketahui, DPR RI resmi mengesahkan APBN 2027 menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna, Selasa (29/9/2026).
APBN 2027 memuat sejumlah asumsi makro, mulai dari target pertumbuhan ekonomi 6%, inflasi 2,5%, hingga nilai tukar Rp17.500 per dolar AS. Sementara itu, belanja negara ditetapkan mencapai Rp4.106,2 triliun.
Video Editor:Joshua
Produser: Theo Reza
#apbn #belanjanegara #menkeu #ekonomi #indonesia #sapapagi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/693504/full-ekonom-itb-soal-belanja-negara-ri-2027-tembus-rp-4-106-t