Iran disebut terus mengembangkan kemampuan rudalnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Salah satunya adalah Qasem Basir, rudal balistik yang diklaim Teheran memiliki jangkauan sekitar 1.200 kilometer dan disebut digunakan untuk menargetkan kapal perang AS pada 5 September. Namun, klaim mengenai keberhasilan serangan terhadap kapal induk belum terverifikasi secara independen.
Di saat yang sama, laporan Financial Times mengungkap adanya program C430L yang disebut melibatkan kolaborasi teknis antara Iran dan Rusia sejak 2023. Program ini berfokus pada pengembangan rudal jelajah supersonik dengan mesin ramjet, termasuk persoalan bahan bakar, pembakaran, saluran masuk udara, dan nosel mesin. Belum ada bukti bahwa rudal hasil program tersebut telah masuk layanan operasional.
Lantas, seberapa jauh dua kemampuan rudal tersebut dapat mengancam kapal induk Amerika Serikat
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #RudalIran #KapalIndukAS #QasemBasir #C430L #RudalSupersonik
Music: The Policy Floor (AI)