:

El Nino Ekstrem Berulang, BRIN Dorong Perkuat Infrastruktur Hadapi Krisis Air | DIPO

1 hari lalu

KOMPAS.TV - Ketua Kelompok Riset Iklim dan Biosfer BRIN, Arief Darmawan, menjelaskan El Nino ditandai dengan kenaikan suhu muka laut di kawasan Pasifik yang melampaui ambang tertentu. 

Menurut Arief, data historis menunjukkan interval kejadian El Nino ekstrem belakangan terlihat semakin rapat. 

"Kalau kita lihat intervalnya, kalau waktu tahun kejadian 1982 sampai 1997, ini kira-kira 15 tahun. Semakin ke sini, ini 2015, sudah lebih merapat sedikit, dan ini lebih rapat lagi, dan lebih rapat lagi. 2023 kita mengalami El Nino yang ekstrem juga. 2026 juga ekstrem. Artinya dalam kurun waktu 1 tahun, kita sudah mengalami 2 kali El Nino ekstrem,” katanya. 

Arief menilai fase basah seperti La Nina seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan air.

Selain waduk dan tandon, ia mendorong peningkatan resapan air serta pemulihan ekosistem. 

Arief mengingatkan dampaknya bisa meluas apabila kesiapan infrastruktur tidak ditingkatkan.

Maka, respons darurat seperti distribusi air dinilai perlu disertai strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan air. 


 

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar. 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Y3BwHxQBDFM 

 

#elnino #indonesia #krisisair 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/693289/el-nino-ekstrem-berulang-brin-dorong-perkuat-infrastruktur-hadapi-krisis-air-dipo

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke