KOMPAS.TV - Kepala Desa Weninggalih, Mamat Rahmat, mengatakan sawah warga terdampak kekeringan selama empat bulan terakhir.
Minimnya air membuat irigasi yang tersedia tidak mampu mengairi sawah. Bahkan, menurut Mamat, irigasi bisa mengering hanya dalam waktu dua minggu tanpa hujan.
Salah satu lahan yang terdampak memiliki luas sekitar dua hektare. Modal sekitar 12 juta rupiah telah dikeluarkan, namun tanaman tak kunjung menghasilkan panen.
Menurut Mamat, kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mamat mengatakan, jika kondisi normal, petani di wilayahnya dapat memanen hingga lima ton. Namun, kekeringan panjang membuat hasil pertanian tidak maksimal.
Ia berharap pemerintah dapat membantu menyediakan infrastruktur pengairan untuk mendukung kebutuhan warga dan lahan pertanian.
Mamat menyebut kekeringan di wilayah Weninggalih juga berdampak pada kebutuhan air rumah tangga. Warga bahkan harus mengajukan bantuan air karena sumber air semakin terbatas.
Menurut Mamat, kekeringan di Weninggalih menjadi persoalan yang berulang setiap tahun. Namun, durasi kekeringan tahun ini terasa lebih panjang.
Dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian. Di wilayah Weninggalih, lahan pertanian yang terdampak mencapai sekitar 300 hektare.
Untuk jangka panjang, pemerintah desa berharap ada penambahan akses air melalui jaringan PDAM serta pembangunan bendungan yang dapat mendukung kebutuhan warga dan pertanian.
Di tengah kekeringan yang berkepanjangan, warga kini hanya berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian kembali berjalan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Y3BwHxQBDFM
Baca Juga Krisis Air dan Kekeringan 5 Bulan, Warga Bogor: Buat Mandi Saja Susah | DIPO di https://www.kompas.tv/video/693224/krisis-air-dan-kekeringan-5-bulan-warga-bogor-buat-mandi-saja-susah-dipo
#elnino #indonesia #krisisair
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/693242/sawah-warga-bogor-gagal-panen-akibat-kekeringan-dipo