KOMPAS.TV – Pasukan Garda Revolusi Iran atau IRGC menyatakan angkatan lautnya telah menyita sebuah drone bawah air yang diduga milik militer Amerika Serikat.
IRGC menyebut drone tersebut diduga digunakan untuk kegiatan mata-mata di Selat Hormuz. Rekaman yang dirilis IRGC memperlihatkan sejumlah orang memeriksa sebuah kendaraan bawah air nirawak berbentuk silinder di dalam air.
Tanggal dan lokasi pasti pengambilan gambar tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen. Garda Revolusi Iran menyatakan penyitaan dilakukan melalui operasi yang disebut terkoordinasi dan kompleks, dengan melibatkan “keunggulan intelijen dan peperangan elektronik”.
IRGC mengklaim benda tersebut merupakan drone bawah air nirawak canggih milik militer Amerika Serikat yang beroperasi di Selat Hormuz untuk tujuan spionase.