Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Dalam tawaran tersebut, Teheran juga mengaitkan pembukaan selat dengan kelanjutan negosiasi nuklir serta pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran.
Penolakan tersebut muncul ketika Washington menilai lalu lintas energi masih bisa dijaga tanpa kesepakatan langsung dengan Teheran.
Pasukan AS disebut telah memfasilitasi transit lebih dari 2.000 kapal komersial dan lebih dari satu miliar barel minyak mentah melalui Hormuz.
Di sisi lain, biaya pengiriman dan asuransi masih tinggi, sementara risiko terhadap kapal komersial belum sepenuhnya hilang.
Kontak diplomatik melalui mediator juga masih berlangsung.
Kondisi ini membuat penolakan Trump bukan berarti diplomasi berhenti, melainkan menunjukkan perbedaan perhitungan soal harga yang harus dibayar untuk mengakhiri krisis di Selat Hormuz.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi Narator: Novyana Nurmita Dewi Video Editor: Novyana Nurmita Dewi Produser: Novyana Nurmita Dewi