KOMPAS.TV – Seniman asal Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Benedictus Tokio, memilih lukisan sebagai media untuk menuangkan kecintaannya terhadap alam dan tanah kelahirannya.
Kemampuan menggambar telah dimiliki Benedictus sejak kecil dan terus diasah secara otodidak. Saat SMA, ia mulai lebih serius mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan seni di sekolah.
Bagi Benedictus, melukis bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga menjadi ruang untuk menenangkan pikiran sekaligus menceritakan hubungan manusia dengan alam. Ia terus mengeksplorasi berbagai media dan teknik dalam berkarya.
Keindahan alam Papua Selatan menjadi sumber inspirasi utama, mulai dari rawa, bunga rawa, hingga kehidupan di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui lukisan burung cenderawasih yang menjadi simbol identitas masyarakat Papua.
Tak hanya menggunakan kanvas, Benedictus juga menuangkan karyanya di media tripleks hingga dinding dengan teknik lukisan timbul. Meski seni lukis bukan pekerjaan utamanya, ia tetap berkarya saat memiliki waktu luang.
Benedictus berharap perkembangan seni lukis di Merauke mendapat perhatian lebih dan membuka ruang bagi seniman muda Papua untuk menunjukkan talenta, membangun kemandirian, serta menghasilkan nilai ekonomi. Melalui setiap goresan kuas, ia ingin keindahan Papua Selatan terus dikenang dan diwariskan melalui seni.
#seniman #merauke #papuaselatan #senilukis #budayapapua
Baca Juga Siapakah Guruh Soekarnoputra? Dari Parlemen hingga Dunia Seni, Jejak Panjangnya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/692762/siapakah-guruh-soekarnoputra-dari-parlemen-hingga-dunia-seni-jejak-panjangnya-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/692764/dari-rawa-hingga-cenderawasih-karya-benedictus-tokio-angkat-keindahan-papua-selatan-kompas-siang