Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyebut kekuatan militer Iran telah memaksa Amerika Serikat mengubah taktik perangnya. Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, Jumat (25/9/2026), IRGC menilai strategi pengerahan militer tradisional AS semakin sulit dipertahankan di sekitar Iran.
Di tengah ketegangan tersebut, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Yahya Rahim Safavi memperingatkan bahwa konflik dapat meluas hingga Samudra Hindia jika AS atau Israel kembali menyerang Iran. Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump mengancam akan memusnahkan Iran dalam pidatonya di forum PBB.
Namun, di tengah saling ancam, jalur diplomasi AS-Iran masih berjalan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di sela-sela Sidang Umum PBB. Lantas, seperti apa saja perubahan taktik AS yang disebut IRGC?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh
Penulis Naskah: Afifah Rismayanti
Narator: Afifah Rismayanti
Video Editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan
#Global #Konflik #DailyNews #AmerikaSerikat #Iran #IRGC #PerangIran #SidangUmumPBB #NegosiasiASIran #KonflikASIran
Music: Ticker Loop Brief No 2 (AI)
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/global/read/2026/09/24/170000770/jika-diserang-as-lagi-iran-bakal-perluas-perang-hingga-samudra-hindia