JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni, menyebut gugatan ke Mahkamah Konstitusi soal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming ini hanya manuver politik tidak beradab.
Padahal, pemerintah tengah fokus menangani bencana karhutla.
Raja Juli menyesalkan isu soal ijazah Gibran yang terus disuarakan sejumlah pihak. Ia mengklaim gugatan hanya untuk mengganggu kinerja pemerintah Kabinet Merah Putih.
Menurutnya, seharusnya politik kebangsaan yang lebih beradab dikedepankan. Ia meminta semua elemen masyarakat mendukung langkah strategis pemerintah dibandingkan meributkan isu ijazah.