Kabut Asap Pekat Kepung Palangka Raya, Penerbangan Lumpuh hingga Presiden Turun Tangan
Bencana kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengepung Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis (24/9). Ketebalan kabut asap ini membuat pandangan terhalang, sehingga deretan rumah, jalan raya, hingga bangunan di sekitar kota nyaris tak terlihat.
Tak hanya mengganggu aktivitas warga sehari-hari, pekatnya asap juga berimbas pada lumpuhnya operasional penerbangan komersial di Bandara Tjilik Riwut. Jarak pandang (visibility) di area landasan pacu dilaporkan merosot tajam hingga hanya menyentuh angka 300 sampai 500 meter saja.
Kondisi ini turut memicu darurat kesehatan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Kualitas udara di Palangka Raya saat ini telah masuk dalam kategori "Berbahaya". Petugas kesehatan setempat bahkan mencatat tingginya lonjakan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan lebih dari 9.300 warga terdampak sepanjang periode Juni hingga September 2026.
Merespons krisis kesehatan dan lingkungan yang melanda, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran kepolisian untuk bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Simak video selengkapnya dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #BOLDKompasTV