Arab Saudi tak mampu bertarung sendiri melawan Houthi. Al-Jazeera dalam laporannya, Rabu (24/9/2026) menyebut, Riyadh terpaksa meminta bantuan sekutunya selain Amerika Serikat untuk membantu berperang.
Arab Saudi dihadapkan pada situasi pelik ketika kelompok Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai wilayah pesisir Laut Merah dan memblokade ekspor minyak, meskipun Kerajaan telah menggelontorkan kekayaan melimpah serta persenjataan canggih. Di tengah sikap Amerika Serikat yang memilih tidak turun tangan akibat tertekan perang di Iran dan masalah amunisi, Riyadh terpaksa mencari bantuan lain dan hanya mendapatkan dukungan terbatas berupa pesawat tanker pengisi bahan bakar dari Inggris.
Kendati memiliki keunggulan finansial dan teknologi militer modern, Arab Saudi dinilai kesulitan menaklukkan Houthi karena tidak memiliki basis pasukan darat yang tangguh serta bermental "berani mati" seperti kelompok tersebut. Kekuatan militer Saudi yang sengaja dijaga tetap kecil demi menghindari kudeta, ditambah kerapuhan tentara pemerintah Yaman di lapangan, membuat Riyadh kian terisolasi dan kewalahan menghadapi taktik gerilya asimetris Houthi.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AS #USIranWar #Houthi #HouthiYaman #Yaman #ArabSaudi #ArabSaudiHouthi