Kabar duka menyelimuti keluarga Surakman, salah satu ABK kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat mengantar lima jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bagi keluarga, Surakman bukan sekadar ayah dan kakek, tetapi juga tulang punggung keluarga. Selama puluhan tahun, ia bekerja di laut untuk menghidupi tiga anak dan enam cucunya.
Surakman juga diketahui merawat kakaknya yang mengalami tunanetra sejak kecil.
Jenazah Surakman ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan DNA, jenazah dinyatakan identik dengan sampel DNA anaknya, Yayat.
Kabar tersebut menjadi duka sekaligus jawaban bagi keluarga yang selama berhari-hari menanti kepastian.
Kini, Surakman akan selalu dikenang sebagai sosok pekerja keras yang berjuang demi keluarganya.
Bagaimana pendapatmu? Simak video selengkapnya dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #BOLDKompasTV