KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau ATR/BPN setelah operasi tangkap tangan (OTT).
Sorotan kini mengarah pada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang belum diperiksa KPK.
Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang, menilai situasi tersebut perlu dipertanyakan.
Saut mengatakan, dirinya melihat ada sesuatu yang aneh dalam penanganan perkara tersebut.
Menurut Saut, sejak awal operasi tangkap tangan, konstruksi perkara dinilai sudah cukup terlihat. Ia juga mempertanyakan alasan KPK belum memanggil pihak-pihak yang berkaitan untuk diperiksa.
Saut menegaskan, pemanggilan untuk pemeriksaan tidak serta-merta berarti seseorang akan menjadi tersangka.
Saut juga menyoroti dugaan persoalan mafia agraria yang menurutnya sudah berlangsung sejak lama.
“Saya bilang, emang takut sama siapa kita berantas mafia ini? Saya bilang begitu,” ujar Saut.
Sementara itu, pengamat politik Hendri Satrio melihat posisi Nusron Wahid juga perlu dibaca dari sisi politik.
Hendri menilai, Nusron masih tampil di ruang publik setelah OTT KPK dan menyatakan menghormati proses hukum.
Di sisi lain, Hendri menyoroti sejumlah hal yang menurutnya menjadi pertanyaan dalam kasus OTT ATR/BPN, termasuk keberadaan uang tunai yang disita KPK.
KPK dalam OTT tersebut menyita uang tunai sekitar Rp106,3 miliar dan menetapkan delapan tersangka.
Hendri kemudian mengaitkan sejumlah variabel politik dengan belum diperiksanya Nusron Wahid.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini:https://youtu.be/jH5kQkhFulA
Baca Juga Prabowo Terima Laporan Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan di https://www.kompas.tv/nasional/692289/prabowo-terima-laporan-penanganan-karhutla-sisa-209-78-hektare-terus-dipadamkan
#nusronwahid #korupsi #menteriprabowo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/692293/nusron-wahid-belum-diperiksa-kpk-soal-dugaan-korupsi-di-atr-bpn-saut-situmorang-aneh-satu-meja