:

Cerita Afan Saat Banjir Bandang Solok Menghanyutkan Adiknya

7 jam lalu

Banjir bandang di Solok, Sumatera Barat menyisakan duka mendalam bagi Afan Al Qadri. Pemuda 24 tahun ini kehilangan adiknya, Dafi Ar Rahman, saat air bah melumat desanya pada Senin (21/9/2026).

Dengan mata berkaca-kaca, Afan mengingat lagi detik-detik banjir bandang menghanyutkan adik dan sejumlah orang. Raut penyesalan terlihat di wajahnya, saat ia menceritakan genggaman tangannya bersama sang adik, terlepas.

Ia menceritakan, sebelum banjir besar datang, hanya suara gemuruh yang terdengar sesaat. Air bah yang tiba-tiba meluncur membuat Afan dan adiknya, serta warga lainnya, tak sempat menyelamatkan diri. 

Afan mengaku sempat menggenggam erat tangan sang adik, sebelum derasnya air bah yang membawa material, menghantam keduanya. Ia selamat, namun adiknya hanyut, dan akhirnya ditemukan meninggal dunia, sehari setelahnya.

Banjir Solok telah memporak-porandakan rumah, perkantoran di pusat pemerintahan dan memutus akses jalan. Sebanyak 12 kantor dinas juga dilaporkan rusak usai diterjang banjir dahsyat tersebut.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Video Jurnalis: Rahmat Panji
Penulis: Rahmat Panji, Novita Rahmawati
Penulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati
Narator: Vina Muthi Ambarwati
Video Editor: Vina Muthi Ambarwati
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Music: Stories in the Quiet (AI)

Artikel terkait:
https://regional.kompas.com/read/2026/09/23/140734178/pegangan-terakhir-afan-untuk-sang-adik-sebelum-tersapu-banjir-bandang-solok


#BanjirBandang #Bencana #SumateraBarat #Solok #BanjirBandangSolok #KorbanBanjirSolok #BanjirSolokSumateraBarat #Peristiwa


Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke