PALEMBANG, KOMPAS.TV - Pemerintah Kota Palembang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk menentukan pola pembelajaran, antara tatap muka atau pembelajaran jarak jauh, di tengah kondisi kabut asap.
Keputusan ini mengacu pada kondisi indeks standar pencemaran udara atau ISPU, serta perkembangan kasus ISPA di Kota Palembang.
Berdasar Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 63 Tahun 2026, indeks kualitas udara kategori baik dan sedang memungkinkan pembelajaran tatap muka penuh.
Sedangkan saat indeks kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sekolah dapat menerapkan tatap muka terbatas dan PJJ bagi kelompok rentan, sementara kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya menerapkan PJJ.
Bagi sekolah yang memilih pembelajaran tatap muka, siswa diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terus dilakukan.
Meski belum merata, operasi modifikasi cuaca mulai memicu hujan, dengan wilayah prioritas di Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.
Di jalur darat, satgas gabungan juga menambah sekitar 130 personel dari unsur BPBD, organisasi kemahasiswaan, dan karang taruna, yang ditempatkan sesuai kebutuhan.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla, termasuk pembasahan lahan dan pencegahan api kembali muncul, di tengah penurunan jumlah titik panas.
Satgas gabungan diminta tetap waspada. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca akan terus dimaksimalkan, sesuai potensi pertumbuhan awan hujan di Sumatera Selatan.
#kabutasap #pjj #siswa #kualitasudara
Baca Juga Imbas Kemarau Panjang, Lahan Persawahan di Samarinda Kekeringan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/692254/imbas-kemarau-panjang-lahan-persawahan-di-samarinda-kekeringan-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/692260/kabut-asap-sekolah-di-palembang-tentukan-pola-pembelajaran-siswa-sesuai-kualitas-udara-jmp