JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Banten mengungkap kronologi penemuan jenazah Surakhman, salah satu ABK Arupadatu 1 yang hilang setelah berangkat dari Carita, Pandeglang, pada 7 September 2026 bersama lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Jenazah ditemukan masyarakat di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September dan kemudian dikoordinasikan dengan kepolisian setempat untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu.
Kondisi jenazah yang sudah sulit dikenali membuat proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA.
Baca Juga Eks Pimpinan Polri & DPR Soroti RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Alat Penguasa di https://www.kompas.tv/video/692194/eks-pimpinan-polri-dpr-soroti-ruu-perampasan-aset-jangan-jadi-alat-penguasa
Hasil pemeriksaan Laboratorium DNA Pusdokkes Polri yang dikeluarkan pada 21 September 2026 menyatakan jenazah tersebut identik dengan data keluarga Surahman. Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga korban dengan jenazah yang ditemukan.
Sementara itu, keberadaan Arupadatu 1 serta tujuh orang lainnya yang masih belum ditemukan hingga kini belum dapat dipastikan.
Basarnas menyatakan operasi pencarian telah dilakukan selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari, dengan pencarian lanjutan dilakukan melalui koordinasi dengan nelayan, masyarakat pesisir, serta Kantor SAR di wilayah terkait.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/692198/terungkap-polda-soal-kronologi-temuan-jenazah-surakhman-abk-arupadatu-1-di-enggano-bengkulu