Serangan rudal Rusia tidak hanya menyasar infrastruktur sipil serta militer Ukraina. Rudal yang diluncurkan Rusia juga menghantam sebuah percetakan di ibu kota Kyiv.
Dalam video yang dirilis 7 September 2026 lalu, tampak buku-buku yang telah terbakar dan hancur berserakan di lantai, sementara beberapa bagian gedung juga runtuh dan menyisakan puing-puing.
Direktur Percetakan Konvi Viktoriia Haidai mengatakan, sebuah rudal telah menghantam bangunan itu dan membuat mesin serta sebagian besar buku hancur.
"Sebuah rudal menghantam kelompok perusahaan Konvi, dan menghentikan jantung percetakan kami, yaitu lantai percetakan itu sendiri. Sejumlah besar mesin rusak, bangunan rusak, dan sejumlah besar produk yang belum selesai dan sudah jadi hancur, terutama buku teks yang seharusnya sampai ke sekolah keesokan harinya," ujar Haidai.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Ukraina Tetiana Berezhna mengaku khawatir serangan yang menyasar bangunan percetakan itu dapat merusak masa depan sastra dan pendidikan negaranya.
"Dengan menyerang industri penerbitan, perpustakaan, dan buku-buku Ukraina, Rusia mencoba menghancurkan kita sebagai sebuah bangsa, menghapus identitas kita, karena budaya adalah masalah keamanan nasional. Apa yang membuat kita tangguh dan terus berjuang selama perang kejam ini, yang dimulai oleh Rusia, itulah sebabnya Rusia menyerang infrastruktur penerbitan buku kita," ucap Berezhna.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Meiva Jufarani
Video Editor: Agung Setiawan
Produser: Ervan Yudhi Tri Atmoko
#Global #Perang ##Dailynews #Rusia #Ukraina #PerangRusiaUkraina #SeranganRudalRusia