Arab Saudi di persimpangan perang setelah mendapati kenyataan bahwa Houthi diajak duel udara sanggup, ajak perang darat pun sama sulitnya.
Fakta yang tidak bisa dipungkiri Saudi adalah jatuhnya jet tempur F-15 di langit Marib akibat tembakan rudal lokal Houthi, sementara pangkalan-pangkalan militernya ikut terancam oleh serangan drone dan rudal. Ini membuat serangan udara Arab Saudi tidak seleluasa 2015 lalu. Belum lagi kemampuan Houthi mengendalikan proksi jaringan di Irak yang bisa menjangkau Saudi dengan rudal dan drone.
Lalu opsi melancarkan invasi darat menyimpan risiko jebakan perang berkepanjangan seperti pengalaman buruk Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan, ditambah lagi dengan ancaman ekspansi teritorial Houthi yang terus meluas di Yaman.
Posisi Riyadh semakin terjepit lantaran sekutu utamanya, Amerika Serikat, dikabarkan kehabisan stok rudal pencegat akibat perang berkepanjangan dengan Iran.
Upaya Arab Saudi untuk meminta bantuan pertahanan udara kepada negara-negara lain seperti Perancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir tidak membuahkan dukungan militer nyata, karena para sekutu tersebut justru memilih jalur diplomasi meninggalkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menghadapi ancaman ini sendirian.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music : Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #ArabSaudi #Houthi #Yaman #ArabSaudivsHouthi #HouthiYaman #Iran #IranUSwar #AmerikaSerikat