JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah mengungkap sejumlah modus dan tantangan dalam penindakan barang ilegal yang masuk ke Indonesia, mulai dari beras, garam, hingga pakaian bekas atau balpres.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pengawasan harus diperkuat melalui sumber daya manusia yang berintegritas, pemanfaatan teknologi seperti X-ray dan sistem alert, serta perbaikan proses bisnis.
Salah satu modus yang diungkap adalah perubahan nomor HS atau jenis barang dalam pemberitahuan impor yang dapat memicu pemeriksaan lebih lanjut.
Pemerintah pun menekankan pentingnya pengawasan lintas kementerian dan lembaga untuk mencegah masuknya komoditas yang tidak sesuai ketentuan sekaligus menjaga kelancaran perdagangan dan melindungi perekonomian dalam negeri.