JAKARTA, KOMPAS.TV - Saham BYAN sempat melesat 19,96 persen ke 13.825 rupiah per saham setelah adanya kepastian akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang diumumkan pekan lalu.
Saham BYAN sempat menyentuh auto reject atas. Namun, kenaikan tak bertahan lama karena hari Senin, emiten BYAN harus turun lagi lebih dari lima persen.
Mengapa pasar begitu reaktif dengan emiten batu bara ini dan bagaimana prospek jangka panjang setelah diakuisisi pengusaha Haji Isam? Simak ulasan Dosen SBM ITB dan investor, Erman Sumirat, dalam Kompas Bisnis pada (22/9/2026).