Ruang kelas di Jepang kini menghadapi persoalan kekurangan staf pengajar mulai dari tingkat SD hingga SMP. Ribuan guru dilaporkan tidak lagi mengajar karena pensiun, cuti melahirkan, cuti merawat anak, hingga mengambil cuti akibat tekanan dan masalah kesehatan mental.
Beban kerja menjadi salah satu persoalan utama. Guru di Jepang disebut bekerja hingga 55 jam per minggu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara anggota OECD lain. Krisis ini akhirnya melahirkan masalah serupa "lingkaran setan" yang semakin "menyiksa" para guru.
Sementara itu, di tengah kebutuhan tenaga pendidik yang terus meningkat, teknologi juga jadi ancaman. Pasalnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan robot humanoid mulai memunculkan pertanyaan baru mengenai masa depan guru di Jepang.
Seberapa serius masalah kekurangan guru yang kini dihadapi Jepang?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inten Esti Pratiwi
Penulis Naskah: Afifah Rismayanti
Narator: Afifah Rismayanti
Video Editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan
Music: Grounded City Echoes No 2 (AI)
#Edukasi #Sekolah #Jepang #Guru #GuruJepang #SekolahJepang #BudayaJepang #BudayaKerjaJepang #PendidikanJepang
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/tren/read/2026/09/21/130000365/jepang-kekurangan-ribuan-guru-murid-mulai-bertanya--di-mana-guru-wali-kelas