:

Petaka Serangan Kilat Houthi, Kegagalan Saudi-AS Bisa Bikin Yaman Seperti Perang Vietnam-Afganistan?

13 jam lalu

Serangan kilat Houthi menunjukkan titik lemah Arab Saudi di Yaman dan berpotensi perang berlarut-larut membawa Riyadh ke dalam petaka yang mirip dengan AS di perang Vietnam dan Afganistan.

Kota Mocha di pantai barat Yaman jatuh ke tangan kelompok Houthi hanya dalam waktu 36 jam setelah digempur oleh gelombang pejuang dan rudal balistik. Kegagalan pasukan pemerintah Yaman dalam mempertahankan wilayah tersebut dipicu oleh absennya dukungan udara yang dijanjikan oleh sekutu utama mereka, Arab Saudi, serta penarikan pasukan Uni Emirat Arab yang meninggalkan kekosongan militer yang signifikan.

Jatuhnya Mocha serta Pulau Perim di Selat Bab al-Mandeb tidak hanya memperluas kendali Houthi atas jalur pelayaran vital, tetapi juga memicu aksi saling tuding antara Washington dan Riyadh atas lambannya respons dan buruknya koordinasi di lapangan.

Situasi ini menempatkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dalam dilema besar mirip jebakan sejarah seperti di Vietnam dan Afghanistan, di mana intervensi militer yang tidak pasti berisiko menyeret Kerajaan ke dalam perang berlarut-larut. Arab Saudi kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menghindari eskalasi terbuka demi mencegah krisis yang lebih dalam atau memperkuat dukungan bagi pasukan sekutu Yaman, sementara di sisi lain opsi jalur diplomasi dan pelonggaran blokade masih menjadi pertimbangan untuk meredam ancaman Houthi yang semakin mendekat ke jantung kerajaan.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Final Boss - Myuu

#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #Houthi #HouthiYaman #ArabSaudi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke