YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang pengusaha makanan di Yogyakarta mengaku mengalami pungutan liar sebesar Rp2,5 juta per hari saat berjualan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta.
Keraton Yogyakarta desak pemerintah daerah menindak tegas para pelaku.
Pernyataan salah satu pemilik usaha kuliner di Yogyakarta ini ramai di media sosial.
Ia mengaku jadi korban pungli saat berjualan di Alun-Alun Kidul.
Awalnya, ia dimintai biaya Rp2,5 juta per hari. Setelah nego, pungutan itu turun jadi Rp1 juta per hari.
Merasa keberatan, "food truck" yang tadinya berjualan selama 5 hari akhirnya hanya dibuka 1 hari.
Keraton Yogyakarta mendesak pemerintah daerah dan polisi menindak tegas para pelaku pungutan liar. Keraton Yogyakarta menyebut aksi pungli ini telah merusak citra Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, mendatangi Alun-Alun Kidul yang dikeluhkan pelaku usaha. Ia berdialog dengan pelaku wisata, termasuk juru parkir.
Wawan mengimbau pelaku wisata di Alun-Alun Kidul Yogyakarta untuk menjaga keamanan dan kenyamanan.
Polresta Yogyakarta telah membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan pungli di Alun-Alun Kidul.
Akibat dugaan pungutan liar ini, pemilik food truck memutuskan tidak lagi berjualan di Alun-Alun Kidul dan pindah lokasi.
Baca Juga Wapres Gibran Sentil Langsung Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG di https://www.kompas.tv/nasional/691758/wapres-gibran-sentil-langsung-pegawai-sppg-ejek-korban-keracunan-mbg
#pungli #alunalunkidul #yogyakarta #keraton #foodtruck
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/691762/keraton-yogyakarta-buka-suara-soal-dugaan-kasus-pungli-di-alun-alun-kidul-tindak-tegas