PAPUA, KOMPAS.TV - Seorang sopir travel yang 13 tahun mengais rezeki di Merauke harus kehilangan nyawa karena ulah kelompok kriminal bersenjata.
Aris Sanda dieksekusi dengan keji di kawasan Papua Pegunungan karena dituduh sebagai mata-mata aparat oleh KKB.
Padahal, sehari-hari ia hanya bekerja sebagai sopir travel.
Tangis Sinta Biololo, istri Aris Sanda pecah saat dievakuasi oleh TNI dari Distrik Mbua, Papua Pegunungan menuju rumah duka di Wamena.
Hancur hatinya, kehilangan suami dengan cara yang paling kejam.
Ia terpaksa dievakuasi menggunakan helikopter TNI karena alasan keselamatan.
Dari Wamena, jenazah Aris Sanda kemudian akan diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja.
Sehari usai peristiwa penembakan, yakni pada Rabu, 16 September, TNI berhasil menemukan jasad Aris Sanda saat melakukan penyisiran.
Ia ditemukan tewas mengenaskan bersama mobilnya yang sudah hangus terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Jasad yang sudah lagi tak bisa dikenali itu kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi.
Sebelum ditemukan tewas, Aris Sanda sempat disandera oleh KKB.
Saat dihadang KKB, ia dipisahkan dari kumpulan orang asli Papua yang ia angkut dengan mobilnya.
Saat disandera itu, Aris dipaksa memegang bendera Bintang Kejora dan mengucapkan kalimat mendukung Papua Merdeka.
Demi keselamatan nyawa, Aris menuruti permintaan anggota Organisasi Papua Merdeka itu. Namun, naas, Aris tetap ditembak hingga tewas.
Kedatangan jenazah Aris Sanda di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, pada Jumat sore, juga disambut isak tangis keluarga.
Keluarga menggelar doa bersama di bandara, sebelum lanjut melepas jenazah menuju Toraja Utara untuk dimakamkan keluarga.
Demi menciptakan rasa aman di Tanah Papua, TNI-Polri berkomitmen memburu pelaku penembakan Aris Sanda.
TNI dipastikan mengejar KKB yang menembak Aris Sanda. Kapuspen TNI, Mayjen Muhammad Nas, menjelaskan TNI akan berkomitmen menjaga pertahanan dan wilayah Indonesia.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/691754/sopir-travel-aris-sanda-asal-toraja-tewas-ditembak-kkb-di-wamena-tni-buru-pelaku-berut