BERAU, KOMPAS.TV - Sebuah tradisi yang merekatkan kebersamaan masih terjaga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur hingga saat ini.
Tradisi ini disebut Baturunan Parau atau menurunkan perahu menjadi warisan budaya yang tak sekadar menandai perayaan hari jadi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
Sejumlah tetua adat terlebih dahulu menjalankan prosesi menyarandu.
Dalam bahasa setempat, bermakna memberi sesaji yang dilanjutkan dengan doa bersama.
Doa dipanjatkan sebagai ungkapan permohonan kepada Tuhan, agar perahu dan para pendayungnya diberi kekuatan serta keselamatan saat mengarungi sungai.
Sekaligus, diharapkan mampu membawa kemenangan ketika bertanding.
Perahu seberat lebih dari 300 kilogram itu kemudian diangkat bersama-sama, lalu perlahan diturunkan ke sungai Segah.
Ritual inilah yang dikenal sebagai Baturunan Parau atau tradisi menurunkan perahu panjang milik Kesultanan Gunung Tabur.
Tradisi ini menjadi salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau, sekaligus Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. Baturunan Parau menyimpan pesan tentang menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong.
Rangkaian Baturunan Parau ditutup dengan doa bersama. Selanjutnya masyarakat dan pemerintah setempat kembali berkumpul, menikmati hidangan yang telah disajikan.
Suasana semakin meriah dengan penampilan sejumlah tarian khas etnis Melayu Banua.
Baca Juga Kemeriahan Perayaan HUT Ke-73 Berau Hadirkan Tari Kolosal Baddit Dipattung | JMP di https://www.kompas.tv/regional/691009/kemeriahan-perayaan-hut-ke-73-berau-hadirkan-tari-kolosal-baddit-dipattung-jmp
#berau #baturunanparau #tradisi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/691663/tradisi-baturunan-parau-warnai-hari-jadi-ke-73-kabupaten-berau-sapa-pagi