Jenazah Aris Sanda, sopir lajuran (logistik) yang ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, tiba di kampung halamannya, di Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026) pagi.
Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di Tongkonan Kalintiong, bahkan beberapa anggota keluarga terlihat pingsan.
"Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena jenazah almarhum saudara kami sudah tiba dengan baik di kampung halaman," kata Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Zet Saalino, Sabtu.
Selama 13 tahun, Aris yang akrab disapa Bapak Tasya bekerja mengemudikan kendaraan lajuran untuk membawa logistik dan penumpang ke pedalaman Papua Pegunungan.
Pada Selasa (15/9/2026), rombongan yang ditumpanginya dihentikan kelompok bersenjata di sekitar Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya.
Para penumpang diminta turun dan diperintahkan kembali ke Wamena, sedangkan Aris disandera dan dibawa menuju kawasan Danau Habema.
Koops TNI Habema menyebut Aris diduga menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama. Sementara Jurubicara OPM Sebby Sambom pun mengakui pihaknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Tim kemudian menemukan kendaraan Aris dalam kondisi terbakar di sekitar lokasi. Jenazah Aris ditemukan di dalam kendaraan dalam kondisi hangus dan kemudian dievakuasi.
Jurnalis Video: Kompas.com/Amran Amir
Penulis: Amran Amir, Vachri Rinaldy Lutfipambudi, Baharudin Al Farisi, Robertus Belarminus
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Glori K. Wadrianto
~R #SopirTravel #Papua