Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan menginisiasi berdirinya Mecca Pact (Pakta Mekkah) melalui Mecca Joint Defence Agreement pada awal Agustus 2026 lalu. Terbentuknya aliansi pertahanan trilateral negara muslim ini pun memicu julukan "Islamic NATO" dan mengguncang konstelasi geopolitik global.
Bukan sekadar menyatukan kekuatan militer, poros tiga raksasa ini juga menggabungkan senjata nuklir (Pakistan), petrodollar (Arab Saudi), serta industri pertahanan modern dan canggih (Turkiye).
Lahirnya Pakta Mekkah direspon sinis beberapa negara Timur Tengah dan Asia Selatan, seperti Israel, Uni Emirat Arab dan India. Sementara sambutan positif diutarakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Lantas, di balik "hingar bingar" senjata canggih Turkiye, kekayaan petrodolar Arab Saudi dan kekuatan senjata nuklir Pakistan, sekuat apa jika ketiga kekuatan itu disatukan?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Angela Putri Defana
Host: Vina Muthi Ambarwati
Videografer: Destri Abdi Saputro
Video editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Musik:
Press Room Protocol (AI), The Final Bulletin 5 (AI), The Third Hour (AI), Absolute Perimeter (AI), The Final Bulletin 4 (AI), The Crisis Desk (AI)
#ArabSaudi #MeccaPact #Militer #IslamicNATO #Turkiye #Pakistan ##Brigade #Geopolitik #TimurTengah #Pertahanan