KUNINGAN, KOMPAS.TV - Di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, petani milenial berjuang mengangkat kembali pamor kopi arabika.
Dari kebun hingga pasar dunia, mereka membangun regenerasi sekaligus memperjuangkan indikasi geografis Kopi Ciremai.
Salah satunya Adit Sobarna, mantan kuli bangunan, kini menjadi petani dan mengelola produksi kopi bersama petani milenial lainnya.
Sementara Robi, sempat ditolak sejumlah kedai, kini kopinya dinikmati di berbagai kota.
Tahun 2025, Robi memanen 5 ton kopi, sekaligus memperjuangkan indikasi geografis Kopi Java Buana Ciremai.
Petani kopi Kuningan memperjuangkan sertifikat indikasi geografis untuk Kopi Arabika Java Buana Ciremai.
Prosesnya kini mencapai 90 persen dan ditargetkan terbit akhir Oktober 2026 untuk membuka pasar kopi Ciremai ke dunia.
Sejak 2017, Bank Indonesia mendampingi petani kopi Kuningan, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Hasilnya, lebih dari 5 ton kopi telah diekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika, Eropa, dan Timur Tengah.
Kini, Robi menyiapkan 10.000 bibit kopi untuk lima desa. Kolaborasi dan regenerasi diharapkan membawa Kopi Ciremai semakin mendunia.
Baca Juga Kemlu Telusuri Dugaan WNI Jadi Tentara Rusia, Cek Potensi Penipuan dan Eksploitasi di https://www.kompas.tv/internasional/691526/kemlu-telusuri-dugaan-wni-jadi-tentara-rusia-cek-potensi-penipuan-dan-eksploitasi
#kopiciremai #usaha #petani #kopi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/691529/petani-milenial-bangkitkan-kopi-ciremai-go-internasional-kejar-sertifikasi-bidik-pasar-global