JAKARTA, KOMPASTV - Konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali memanas setelah relatif mereda selama beberapa tahun.
Dosen Hubungan Internasional Binus University Tia Mariatul Kibtiah menilai eskalasi konflik Houthi dan Arab Saudi tidak dapat dilepaskan dari hubungan Houthi dengan Iran.
Menurut Tia, konflik antara Saudi dan Houthi yang bermula sekitar 2014–2015 sempat mereda seiring membaiknya hubungan diplomatik Saudi Arabia dan Iran pada 2023.
“Artinya memang ada hubungan antara Houthi dengan Iran yang cukup signifikan,” ujar Tia.
Tia menjelaskan, posisi Bab al-Mandeb menjadi sangat penting bagi Arab Saudi karena jalur tersebut dapat menjadi alternatif ketika pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu.
“Kalau misalnya Bab al-Mandeb ditutup, habis sudah Saudi,” kata Tia.
Sementara itu, Pengamat Timur Tengah Musthafa ABD Rahman menilai posisi Iran dalam eskalasi terbaru perlu dicermati.
“Ya, sampai sekarang Iran secara terang-terangan tidak mendukung. Iran memilih diam,” ujar Musthafa.
Namun, Musthafa menilai Houthi memperoleh keuntungan strategis dari perkembangan pertempuran terbaru di Yaman.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/691358/full-konflik-houthi-arab-saudi-memanas-jalur-energi-dunia-terancam