:

Warga Jakarta Antre Air hingga Debit Bendungan Kalidoh Semarang Menurun | KOMPAS SIANG

2 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemarau panjang yang terjadi di Indonesia, berdampak pada kekeringan di sejumlah wilayah, tak terkecuali Ibu Kota Jakarta.

Di Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, warga rela mengantre air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga RT 10/RW 03, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan mengantre di musala terdekat untuk mendapatkan air bersih.

Mereka mengaku, sejak kemarau melanda kawasan tersebut mengalami kekeringan, meskipun tidak terlalu parah.

Dampak dari minimnya air, kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan memasak menjadi terganggu.

Mereka pun meminta Pemprov DKI Jakarta agar segera menyediakan air bersih, sehingga warga tidak kesulitan untuk mengantre di musala atau rumah warga.

Sementara itu, debit air di aliran Bendungan Kalidoh Semarang mulai menurun.

Hal itu membuat Perumda Air Minum Tirta Moedal, perlu mengoptimalkan sistem distribusi.

Sebelumnya, skema distribusi dua hari sekali disiapkan sebagai langkah antisipasi, jika penurunan debit terus berlanjut.

Namun setelah dilakukan evaluasi dan pengaturan teknis, distribusi air kini diupayakan tetap berjalan setiap hari dengan pola aliran dua belas jam.

Warga berharap musim hujan segera tiba agar kekeringan tidak semakin meluas.

Baca Juga Kemarau Panjang, BNPB Ungkap Krisis Air Meluas di Pemalang, Klaten hingga Sidrap di https://www.kompas.tv/nasional/690633/kemarau-panjang-bnpb-ungkap-krisis-air-meluas-di-pemalang-klaten-hingga-sidrap

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691205/warga-jakarta-antre-air-hingga-debit-bendungan-kalidoh-semarang-menurun-kompas-siang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke