Amerika Serikat telah membangun jejak militernya di Timur Tengah sejak 1940-an, mulai dari fasilitas awal di Arab Saudi dan Bahrain hingga jaringan pangkalan yang semakin luas setelah lahirnya Doktrin Carter dan Perang Teluk. Selama puluhan tahun, fasilitas tersebut menjadi tumpuan Washington untuk menggerakkan pasukan, pesawat, logistik, dan operasi militer di kawasan.
Namun, perang dengan Iran memperlihatkan kelemahan dari jaringan yang dibangun untuk menghadapi ancaman pada zaman berbeda. Pangkalan besar dan permanen yang berada dekat Iran kini mudah dijangkau rudal dan drone, mendorong Pentagon mempertimbangkan penempatan yang lebih tersebar dan bergeser ke barat. Bahkan, muncul pembahasan apakah sejumlah fasilitas yang rusak masih layak dibangun kembali atau justru ditinggalkan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Perang ##Kompascomlab #PangkalanAS #TimurTengah #MiliterAS #Iran
Music: Inception - Aakash Gandhi