Perang melawan Iran disebut telah menguras persediaan amunisi Amerika Serikat (AS) dan menimbulkan hambatan dalam proses pengisian kembali stok senjata. Temuan itu disampaikan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS dalam sebuah laporan yang bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump bahwa persediaan amunisi negaranya masih melimpah.
Laporan itu mencatat, AS menghabiskan lebih dari 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp 388 triliun untuk amunisi selama periode Februari hingga Juni 2026. Penggunaan dalam jumlah besar itu disebut menyebabkan kekurangan inventaris strategis. Laporan dari Pentagon itu menjadi salah satu gambaran independen pertama mengenai kondisi persediaan senjata AS yang datanya biasanya dirahasiakan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Mau tau gimana rasanya hidup ala "Harvest Moon" di dunia nyata? Yuk, tonton videonya lewat link berikut! https://youtu.be/XrhhjQ1dKl0
Penulis: Albertus Adit Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah Narator: Musayadah Khusnul Khotimah Video Editor: Maria Utari Dewi Produser: Musayadah Khusnul Khotimah