Penganiayaan terhadap Serda Ahmad Muzzammil Farisa oleh empat seniornya disebut tidak berkaitan dengan permintaan bantuan untuk membeli mi instan yang sebelumnya beredar sebagai pemicu kejadian.
Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Danpuspomau) Marsekal Muda TNI Daan Sulfi memastikan, persoalan mi instan tersebut tidak menjadi penyebab penganiayaan.
Kata Daan, peristiwa itu bermula pada Selasa (8/9/2026) ketika Serda Mayzard menghubungi Serda RP melalui telepon untuk meminta bantuan. Namun, di tengah percakapan, RP menutup sambungan telepon tersebut.
Tindakan itu membuat Serda Mayzard merasa tersinggung dan marah. Keesokan harinya, Serda Mayzard mengumpulkan sejumlah juniornya di belakang Mess Galaksi sekitar pukul 21.10 WIB.
Saat itu, Serda RP diberi hukuman berupa push up dan sit up masing-masing 100 kali oleh Serda Mayzard.
Sekitar pukul 21.40 WIB, tiga prajurit lainnya, yakni Serda Jordan Martua, Serda Muh Aldhi D, dan Serda Andri Hiskia, tiba di lokasi dan bergabung dengan Serda Mayzard.
Kemudian, sekitar pukul 23.05 WIB, Serda Jordan memukul Serda Ahmad sebanyak tiga kali dengan tangan kosong yang terkepal.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video Editor: Dzaky Nurcahyo
Produser: Abba Gabrillin
#news #tni #militer #tniau #serdaahmad #penganiayaan #vjlab