Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dapat berlangsung selama empat hingga enam bulan ke depan.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, mayoritas gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo kecil.
Hingga 15 September 2026, BMKG mencatat 15.722 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
"Ini masih terus berlangsung mungkin dalam beberapa bulan ke depan, estimasi kami mungkin bisa berlangsung sekitar 4 sampai 6 bulan ke depan," ujar Wijayanto dalam konferensi pers perkembangan gempa Flores, Selasa (15/9/2026).
Sebanyak 11.993 gempa di antaranya bermagnitudo di bawah 3 atau mencapai 75,9 persen dari total gempa susulan.
Meski aktivitas gempa susulan masih berlangsung, BMKG memastikan gempa-gempa bermagnitudo kecil tersebut tidak berdampak pada kerusakan bangunan.
BMKG juga terus memantau aktivitas kegempaan dan mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi gempa kecil yang masih mungkin terjadi.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini
Penulis: Cynthia Lova
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Nursita Sari
#GempaFlores #GempaSusulan #BMKG #GempaNTT #vjlab #bencana #gempa