JAKARTA, KOMPASTV - Mahfud MD menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merupakan langkah perbaikan.
Purbaya digantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Mahfud menilai pilihan Presiden terhadap Suahasil cukup tepat karena merupakan birokrat profesional.
"Satu, tentu kita apresiasilah presiden tanggap. Tapi ini sebuah upaya perbaikan, dan pilihannya kepada Pak Suahasil menurut saya oke juga," ujar Mahfud.
Mahfud mengaku mengenal Suahasil selama dirinya menjabat Menteri Koordinator. Ia menilai Suahasil merupakan sosok yang profesional.
"Saya bekerja dengan dia 4-5 tahun ketika Bapak menjadi Menko. Dan cukup profesional. Mudah-mudahan ini bisa memperbaiki keadaan," katanya.
Sementara terkait Purbaya, Mahfud mengaku sebelumnya memiliki harapan besar terhadap mantan Menteri Keuangan tersebut.
Namun, menurut Mahfud, terdapat dua kelemahan mendasar dari Purbaya, yakni komunikasi publik dan substansi pekerjaannya.
"Menyangkut Purbaya memang dulu kita terlalu besar harapannya. Kelemahan Purbaya yang paling mendasar itu dua sebenarnya. Satu, komunikasi publiknya buruk. Kemudian substansi urusannya juga tidak beres," ujar Mahfud.
Mahfud kemudian menyoroti sejumlah pernyataan dan kebijakan Purbaya yang dinilainya tidak berjalan sesuai dengan janji yang disampaikan.
Salah satunya terkait pembiayaan proyek Whoosh.
Mahfud kemudian menyinggung beban pembayaran proyek yang menurutnya kini harus ditanggung pemerintah.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/690874/purbaya-dicopot-mahfud-md-soroti-2-kelemahan-purbaya-komunikasi-dan-substansi