Survei SMRC periode Juli 2026 menunjukkan Dedi Mulyadi mengungguli Prabowo Subianto dalam tingkat keterpilihan, masing-masing 35 persen dan 14,5 persen. Peneliti SMRC Saidiman Ahmad mengungkap fenomena tersebut dalam podcast Gaspol Kompas.com pada Rabu (9/9/2026), sekaligus menjelaskan elektabilitas Prabowo turun seiring melemahnya kepuasan publik.
Approval rating (kepuasan publik) ini sangat dipengaruhi oleh evaluasi publik terhadap kondisi ekonomi, kondisi penegakan hukum, dan kondisi politik. Juga evaluasi publik terhadap dua program, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), jelas Saidiman.
Menurut Saidiman, kepuasan terhadap Prabowo dipengaruhi evaluasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, penegakan hukum, politik, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Di antara semua kepala daerah, KDM yang paling populer. Ketika masyarakat kita kecewa dengan incumbent, mereka mencari alternatif dan kepala daerah populer yaitu KDM, tutur dia.
Simak obrolan selengkapnya dalam podcast "Gaspol! Melihat Elektabilitas Prabowo, Ada Dampak MBG dan Kopdes?"
https://www.youtube.com/watch?v=4_mvrZW2Kgg&list=PLFYHAhc-KMiDQfy4aYtHbMUhyCT8qluaU&index=4&t=1552s
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Politik #Pemerintah ##Kompascomlab #ElektabilitasPrabowo #ElektabilitasKDM #DediMulyadi #SurveiSMRC #SaidimanAhmad #PodcastGaspol #Gaspol