Houthi berhasil merebut Pulau Perim (Pulau Mayun) dalam pertempuran dengan pemerintah Yaman. Pulau di Selat Bab el-Mandeb berhasil direbut Houthi pada 11 September 2026 lalu setelah berjibaku selama sebulan dalam pertempuran dengan sekutu Arab Saudi itu.
Alih-alih menjadi "benteng" strategis, penguasaan wilayah di salah satu jalur dagang tersibuk di dunia itu, justru dinilai sebaliknya. Pulau Perim disebut membuat proksi Iran di Yaman itu berada dalam posisi rentan diserang, oleh sekutu Arab Saudi, Amerika Serikat.
Mantan sekretaris pers Pentagon sekaligus purnawirawan kapten Angkatan Laut AS, Morgan Murphy menyebut, Houthi telah masuk ke dalam "kill box" alias kotak pembunuh. Lantas, apa yang membuat pulau tersebut menjadi "jebakan maut" bagi Houthi?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Danur Lambang Pristiandaru
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Music: Night Breach (AI)
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/09/14/182100070/kuasai-pulau-perim-houthi-malah-jadi-target-empuk-militer-as
#Houthi #AmerikaSerikat #Global #Konflik #PulauPerim #BabElMandeb #TimurTengah #HouthiVsArabSaudi