Serangan pada awal September 2026, rudal dan drone Iran langsung dengan mudah menargetkan pangkalan udara dan laut AS di Yordania dan Bahrain.
Serangan rudal dan drone Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania serta markas Angkatan Laut AS (NSA) di Bahrain telah merontokkan benteng militer yang selama ini diagungkan Washington sebagai simbol dominasi di Timur Tengah. Berbekal bantuan citra satelit beresolusi tinggi, gempuran presisi Teheran ini terbukti berhasil melumpuhkan fasilitas hanggar pesawat tempur canggih, merusak rantai logistik utama, hingga memaksa kapal induk USS Abraham Lincoln memperpanjang masa penugasannya akibat hilangnya dermaga sandar.
Kerusakan parah pada belasan situs militer tersebut memaksa Pentagon mengevaluasi ulang relevansi model penangkalan tradisional di Teluk yang kini justru menjadikan instalasi AS sebagai sasaran empuk. Para analis memperkirakan insiden ini akan memicu pergeseran strategi militer jangka panjang. Mulai dari penyebaran pasukan yang lebih terdesentralisasi, penguatan pertahanan udara berlapis, hingga potensi penyusutan investasi strategis Amerika di kawasan tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Breaking Signal No 2 (AI)
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AS #Amerika #IranAS #Yordania #Bahrain